Read more

  1. Seni Grafologi
    Mencoba menganalisis Berikut ini adalah sedikit ?hukum dan formula? grafologi ala kadarnya yang mungkin bisa berguna. Paling tidak sekadar untuk iseng-iseng. Sebuah tanda tangan bisa terdiri atas satu atau maksimal tiga elemen; nama kecil, nama keluarga, dan unsur tambahan. Nama keluarga mencerminkan citra Anda di masyarakat. Sedangkan nama kecil berkaitan dengan ego seseorang. Jika lebih menonjolkan nama kecil dalam tanda tangan itu menunjukkan suatu ekspresi untuk menarik perhatian, atau keinginan untuk membuktikan diri. Bisa jadi pemilik tanda tangan itu tidak menyandarkan diri pada keluarganya. Ingin dinilai mandiri! Nama kecil ditulis lebih besar ketimbang nama keluarga atau teks tulisan tangan menunjukkan egosentrisme (sifat atau kelakuan yang menjadikan diri sebagai pusat segala hal) dan narsisisme (cinta diri secara berlebihan). Sebaliknya yang menekankan nama keluarga berarti membanggakan atau tergantung pada keluarga. Bila tanda tangan identik dengan karakteristik teks tulisan tangan bisa disimpulkan penulisnya sudah merasa puas dengan dirinya sendiri. Tidak ingin menonjolkan diri, tulus hati, dan teguh. Akan bermakna lain lagi bila sebuah tanda tangan disertai dengan unsur tambahan berupa tanda titik, yang biasanya muncul pada akhir tanda tangan. Selain memberi kesan rasa waswas penulis kalau-kalau tanda tangannya dipalsukan oleh orang lain, tanda titik bisa juga melambangkan pendirian yang stabil, rasa curiga, dan mencoba menjaga jarak. Yang juga penting dianalisis adalah perbedaan tanda tangan dengan teks tulisan, serta letak (penempatan) tanda tangan. Tulisan tangan mencerminkan perasaan terdalam penulis, sedangkan tanda tangan bisa menggambarkan keinginan (cita-cita) penulis. Dari tanda tangan, bisa ?diramal? ambisi penulis pada masa lalu, dan juga pengharapan di masa mendatang. Tanda tangan terputus-putus itu perjalanan hidupnya tersendat-sendat. Tidak punya rencana awal yang matang. Kalau ruwet dan melingkar-lingkar, orangnya suka mengeluh, sering memikirkan susahnya ketimbang senangnya. Bentuk tanda tangan kecil menyimpan banyak rahasia. Bila berperkara dengannya sulit terselesaikan. Pernik-pernik pada tanda tangan pertanda hidup si empunya dimata-matai orang. Juga bisa diibaratkan sebagai gangguan dari luar. Bisa juga orang itu suka memanipulasi diri, mengada-ada atau bohong. Garis bawah pun punya arti. Kalau garisnya menempel di bawah tanda tangan, hidupnya tergantung pada orang lain. Garis bawah sebaiknya tidak menyentuh tanda tangan. Goresan pada akhir tanda tangan harus lepas. Kalau ujungnya ke bawah, di hari tua sakit-sakitan, dan makin sengsara. Apalagi kalau ujungnya membentuk kait, hidupnya akan terus dililit utang. Tanda tangan umumnya sengaja dirancang oleh masing-masing orang untuk menunjukkan ciri-ciri kepribadiannya. Orang yang memiliki dua bentuk tanda tangan dengan model yang mirip bisa jadi ia bermuka dua. Penempatan tanda tangan tepat di atas garis yang tersedia menunjukkan ia respek terhadap diri sendiri maupun otoritas. Bila agak di atas garis menandakan kegembiraan berkaitan dengan dokumen yang ditanda tangani itu. Di bawah garis berarti depresi. Tanda tangan beralur naik mencerminkan rasa percaya diri yang besar. Alur menurun, suasana suram. Tanda tangan berdesakan ke sebelah kiri dari tempat yang tersedia menunjukkan rasa takut (pada orang lain atau kegagalan). Sebaliknya kalau cenderung ke arah kanan, berarti kurang perhatian dan ceroboh. Tanda tangan lebih kecil daripada teks tulisan mengungkapkan keinginan untuk menyendiri. Sebaliknya tanda tangan besar pertanda ingin menonjolkan diri, atau ekstrovert. Bila hurufnya besar dan rapat, pertanda kesombongan. Sementara pendapat lain menyebutkan tanda tangan kecil, mampat dan pendek pertanda rasa rendah diri. Tanda tangan besar dan bergaris bawah menunjukkan kurang selera atau ego berlebihan. Ketidakseimbangan tanda tangan atau distorsi bisa berkaitan dengan emosional. Posisi nama keluarga lebih rendah daripada nama depan atau inisial, ada sangkut-pautnya dengan kemurungan. Koreksi pada tanda tangan menunjukkan ketidakpuasan pribadi. Tanda tangan yang dikoreksi, mengarah ke kiri dan alurnya menurun menandakan kebencian diri sendiri. Bentuk yang banyak koreksian bisa berkaitan dengan sifat antisosial. Tanda tangan tak terbaca pertanda kurangnya perhatian terhadap komunikasi. Sebaliknya, kalau jelas dan mudah dipahami pertanda kejujuran dan sifat dapat dipercaya. Tanda tangan dengan garis bawah wajar di bawah nama keluarga menandakan rasa percaya diri terhadap latar belakang keluarga. Ada pula yang mengganggap garis bawah menunjukkan egoisme dan kekuatan jiwa. Dekorasi berlebihan berbentuk garis lurus atau melengkung dengan bintang, mungkin orang itu merasa tak diperhatikan, atau tidak memiliki keistimewaan. Kalau goresannya agresif dan seolah ingin membatalkan tanda tangan, itu pertanda frustasi dan tidak sabaran. Bahkan ada yang menghubungkannya dengan kecenderungan penyimpangan seksual atau keragu-raguan. Dekorasi yang mengelilingi sebagian besar nama mencerminkan sifat menutup diri atau pembelaan diri. Tanda tangan berbentuk coret-coretan, orangnya tertutup. Lingkaran mengelilingi tanda tangan mengindikasikan depresi dan teriakan minta bantuan
  2. SQL COMMAND
    Beberapa SQL command atau perintah SQL dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. Data Definition Language (DDL) : ? CREATE DATABASE, untuk membuat sebuah database. ? DROP DATABASE, untuk menghapus sebuah database. ? CREATE TABLE, untuk membuat sebuah table. ? ALTER TABLE, untuk memodifikasi sebuah table. ? DROP TABLE, untuk menghapus sebuah table. 2. Data Manipulation Language (DML) : DML berfungsi untuk menampilkan data yang kita ingingkan, secara garis besar strukturnya adalah : SELECT FROM nama tabel WHERE kriteria yang diinginkan ? SELECT, untuk menampilkan data dari database. ? UPDATE, untuk memodifikasi data dari database. ? INSERT INTO, untuk menambah data di database. ? DELETE, untuk menghapus data dari database. Sedangkan perintah SQL untuk tingkat lanjut ada cukup banyak. Command tingkat lanjut ini berguna untuk mengolah data dengan cara yang lebih rumit dan kompleks. Berikut ini akan disajikan penerapan penggunaan perintah SQL untuk kasus pada sebuah perusahaan penerbit yang ingin mencatat data para pengarang bukunya. Pihak penerbit ingin mencatat nama, alamat,bidang_ilmu, telp, royalti dari para pengarangnya. ? Menciptakan database CREATE DATABASE penerbit; ? Melihat semua database yang ada SHOW DATABASES; ? Memilih database yang akan digunakan USE penerbit; ? Menciptakan tabel CREATE TABLE pengarang ( id int(4) AUTO_INCREMENT NOT NULL PRIMARY KEY, Nama varchar(20) , alamat varchar(30) ); ? Melihat semua tabel yang sudah dibuat pada database penerbit SHOW TABLES; ? Melihat sstruktur dari tabel pengarang DESC pengarang; ? Memodifikasi Tabel pengarang untuk menambahkan field bidang_ilmu,telp,royalty ALTER TABLE pengarang ADD bidang_ilmu varchar(15); ALTER TABLE pengarang ADD telp varchar(12), ADD gaji double; Karena field gaji sebenarnya tidak ada maka akan dihapus dan ditambahkan field royalti ALTER TABLE pengarang ADD royalty double, DROP gaji; ? Menghapus database / tabel Apabila ingin menghapus tabel / database WARNING: tidak disarankan untuk kasus ini DROP DATABASE penerbit; DROP TABLE pengarang; Setelah selesai membuat database dan tabelnya sekarang mari kita mulai isikan data untuk tabel pengarang. Karena id bersifat auto increment maka kita tidak lagi mengisikan nilai untuk field id. ? Mengisikan data INSERT INTO pengarang (nama,alamat,bidang_ilmu,telp,royalty) VALUES (?Rebecca?,?Jakarta?,?Ekonomi?,?0817772244?, 2000000); Tambahkan data lagi dengan nilai : Abdul Kadir , Yogyakarta, Sejarah,?0274888333?,19000000); Tambahkan beberapa data lagi sesuai keinginan anda ? Menampilkan data SELECT * FROM pengarang; ? Memodifikasi data UPDATE pengarang SET bidang_ilmu=?Informatika? WHERE id=?002?; Perhatikan perubahan pada field bidang ilmu pada id=002 ? Menghapus data DELETE FROM pengarang WHERE nama=?Rebecca?; Untuk menghapus data yang pertama, dengan kriteria pencarian berdasarkan nama ? Lakukan perintah ? perintah berikut ini dan amati hasilnya : SELECT * FROM pengarang SELECT nama,alamat FROM pengarang SELECT DISTINCT bidang_ilmu FROM pengarang SELECT * FROM pengarang WHERE royalty > 400000 SELECT * FROM pengarang WHERE royalty BETWEEN 4000000 AND 19000000 SELECT * FROM pengarang WHERE nama like ?A%? SELECT * FROM pengarang WHERE alamat IN (?Yogyakarta?, ?Jakarta?) SELECT * FROM pengarang WHERE name=?xx? OR alamat=?Yogyakarta?; SELECT * FROM pengarang ORDER BY nama SELECT * FROM pengarang ORDER BY nama DESC
  3. FUNGSI ? FUNGSI MYSQL
    ? Mysql_connect Utk melakukan koneksi keserver database MySQL Mysql_connect (nama_host,nama_user,password); Nama host bisa berupa alamat IP : 172.123.10.15 atau dalam bentuk lain misalnya www. akakom.ac.id. dalam praktek ini isikan saja localhost Contoh : $sambung=mysql_connect(?localhost?,??,??); If (! $sambung) Die (?Koneksi gagal?); ? Mysql_create_db Utk membuat sebuah database Mysql_create_db(?nama_database?); Contoh: $buat=mysql_create_db(?penjualan?); ? Mysql_select_db Utk melakukan pemilihan database, fungsinya sama dengan USE pada SQL Mysql_select_db(nama_database); Contoh: $pil_db=mysql_select_db(?penjualan?); If (! $pil_db) Die (?Pemilihan database gagal?); ? Mysql_query Utk mengeksekusi permintaan terhadap tabel. Dasar dari perintah ini adalah penggunaan perintah SQL untuk mengakses tabel Mysql_query(?perintah query?); Contoh: $sql=?SELECT * FROM pengarang?; If ( ! $hasil=mysql_query($sql) ) Echo mysql_error(); ? Mysql_db_query Utk mengeksekusi permintaan terhadap database. Mysql_query_db(?perintah query?); Contoh : $buat=mysql_query_db(?DROP TABLE buku?); ? Mysql_fetch_array Utk menghasilkan suatu array yang berisi seluruh kolom dari sebuah baris pada himpunan hasil Mysql_fetch_array (pengenal hasil) Contoh : $hasil=mysql_query(?SELECT * FROM pengarang?); $baris=mysql_fetch_array($hasil); ? Mysql_close Utk menutup hubungan dengan database server MySql Mysql_close(?localhost?,??,??); KASUS: Pada sebuah jasa ekspedisi akan mencatat tarif kirim barang dan waktu kirim barang ke semua propinsi di Indonesia Solusi : Buat table propinsi dengan struktur Id : sebagai kunci utama tiap propinsi Nm_propinsi : mencatat nama propinsi Ongkos_kirim : mencatat biaya kirim Lama_kirim : mencatat lama pengiriman barang
  4. Berfikir Kreatif Sejak Dini
    Kisah keberhasilan papan ketik QWERTY menghadapi alternatif-alternatif yang ditawarkan seperti sistem Dvorak sudah sering kita dengar. Banyak penjelasan yang telah diberikan seperti QWERTY berhasil karena telah menciptakan network effect yang sulit untuk diruntuhkan (baca juga: Ekuilibrium Sistem dan Bahan Bakar Alternatif). Kali ini, kita akan mencoba melihat kenapa banyak inovasi yang gagal, walau menawarkan banyak manfaat lebih dibanding pendahulunya, dari kaca mata ilmu neuroecomomics. Para inovator memang sering terjebak ketika menilai hasil temuannya. Para penemu umumnya adalah orang-orang yang sudah terlatih berpikir rasional. Tak heran, mereka juga menganggap semua orang lainnya adalah makhluk-makhluk rasional. Model ekonomi yang dikembangkan dan memiliki pengaruh besar dalam dunia bisnis juga mengasumsikan hal serupa: Manusia adalah makhluk rasional yang semata-mata mencari keuntungan maksimal buat dirinya sendiri. Model-model ekonomi tersebut ditata dalam persamaan-persamaan matematika dan kalkulus yang indah (setidaknya indah bagi yang mengerti). Tetapi ketika persamaan-persamaan tersebut bersinggungan dengan dunia nyata, kita berhadapan dengan fakta bahwa manusia bukanlah makhluk rasional. Bukan itu saja, kebanyakan manusia tidak pernah mengerti keputusan yang dibuatnya. Di sinilah neuroeconomics memberikan penjelasan. Ilmu ini memang memberi peran penting bagi proses rational yang kadang kita lakukan. Tetapi ilmu ini juga melihat pentingnya aspek emosional dan proses berpikir otomatis yang terjadi tanpa keinginan kita. Tingkah laku manusia, menurut ilmu neuroeconomics, merupakan perpaduan dari aspek rasional dan emosional, terkendali dan otomatis. Penggabungan kedua dimensi tersebut menghasilkan 4 proses berpikir: rasional-terkendali, emosional-terkendali, rasional-otomatis, dan emosional-otomatis. Proses rasional-terkendali terjadi bila kita hendak memutuskan sesuatu yang berpengaruh besar terhadap hidup kita seperti pembelian rumah, mobil, atau hendak memulai usaha baru. Proses emosional-terkendali sangat jarang terjadi, tetapi berperan penting bagi para aktor yang harus mendalami emosi sesuai tuntutan skenario. Proses rasional-otomatis terjadi setiap saat. Ketika kita melihat sebuah obyek, secara otomatis kita akan mengenali dan melabelinya dengan sebuah nama. Proses yang sangat kompleks tersebut terjadi tanpa keterlibatan diri secara sadar. Sementara proses emosional-otomatis juga tak kalah pentingnya, seperti ketika kita menjumpai seseorang, perasaan senang atau tidak senang secara otomatis memancar keluar. Model yang melihat manusia hanya dari sudut rasional-terkendali tentu terlalu sempit. Belum lagi bila kita mengingat fakta bahwa proses berpikir default kita adalah proses-proses yang terjadi secara otomatis. Proses otomatis ini berjalan sepanjang hari termasuk ketika kita tidur. Kecuali jika terjadi sesuatu di luar dugaan, barulah proses-proses terkendali mengambil alih. Ketika seorang inovator melemparkan sebuah produk baru di pasaran, sang inovator sering menganggap pasar dan konsumen hanya mengandalkan proses berpikir rasional-terkendali. Sekarang tentu kita tahu hal tersebut tidak benar. Konsumen bisa saja mengenali manfaat-manfaat baru yang ditawarkan produk tersebut. Dari sudut rasional-terkendali mereka setuju. Tetapi pikiran rasional-otomatis mereka mungkin sudah terbiasa dengan produk lama. Ketika Anda sudah lancar mengetik dengan papan ketik QWERTY, Anda sudah malas belajar sistem baru yang membutuhkan waktu penyesuaian yang cukup lama. Sementara itu, bagian emosional mereka mungkin telah menjalin keterikatan emosional dengan produk lama. Inovator juga sering menilai proses berpikir rasional-terkendali secara terbatas. Mereka sering menganggap selama fitur-fitur atau teknologi baru yang ditawarkan lebih banyak dan lebih baik dibanding produk-produk lama, konsumen secara otomatis akan memberi nilai lebih kepada produk baru. Tetapi tunggu dulu. Konsumen ternyata tidak menilai semata-mata dari faktor tersebut. Selain menghitung manfaat teknologinya, konsumen juga menghitung manfaat yang didapat dari sumber-sumber lainnya, misalnya: jumlah komplementor yang tersedia dan dalam kasus tertentu, berapa jumlah konsumen lain yang sudah membeli produk tersebut. Anda belum tentu membeli mesin video games tercanggih keluaran perusahaan tak ternama bila Anda tidak bisa menemukan games yang bisa dimainkan dalam jumlah yang cukup banyak. Bila teman-teman Anda tidak membeli mesin video games tersebut, Anda juga akan berpikir ulang lagi karena tidak bisa meminjam CD games dari teman-teman Anda. Sebagai tambahan lagi, manfaat yang dihitung tersebut bukan saja actual benefits, tetapi juga perceived benefits dan anticipated benefits. Taktik seperti vaporware, di mana perusahaan mengumumkan rencana pengeluaran produk baru adalah salah satu upaya untuk memanipulasi perceived dan anticipated benefits kita. Microsoft adalah ahli dalam permainan ini dengan mengumumkan rencana-rencana mereka di masa depan sehingga para kompetitor yang berhasil masuk duluan dengan produk baru tetap mendapatkan konsumen yang setia menunggu keluaran Microsoft. Melihat kompleksnya proses berpikir manusia, para inovator memang harus cerdik jika ingin inovasinya berhasil. Jangan menghabiskan waktu untuk menjelaskan manfaat-manfaat dan fitur-fitur inovasi Anda belaka. Meski penjelasan tersebut mungkin bisa diterima sisi rasional-terkendali calon konsumen Anda, masih ada proses-proses berpikir lainnya yang harus dibujuk. Inovator yang gagal sering menyalahkan konsumen yang ?bodoh? seperti pada kasus Dvorak di atas. Tetapi, konsumen tidak bodoh. Mereka lebih pintar dari yang kita duga. Justru para inovatorlah yang sering melihat konsumen secara sempit. Jangan masuk dalam jebakan serupa. Jangan menyesal di ranjang kematian seperti Dvorak.
  5. Bertanya ?Mengapa? 5 kali
    Begitulah anak kecil. Mereka adalah makhluk-makhluk pembelajar paling efektif yang pernah ada. Lewat pertanyaan-pertanyaan lugu seperti itu, mereka belajar hubungan sebab akibat. Sayangnya, kemampuan tersebut berangsur-angsur berkurang, jika tidak hilang, begitu kita beranjak dewasa. Kita menjadi terbiasa menghafalkan data dan fakta. Kita percaya pada pendapat yang dimasukkan ke kepala kita tanpa menilai secara kritis. Kita juga jarang mempertanyakan ?kenapa? dan ?mengapa? ketika diminta mengerjakan sesuatu. Padahal pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang sering menjadi dasar kreativitas dan inovasi. Para inovator yang berhasil adalah orang-orang yang masih mampu mempertahankan sifat-sifat rasa ingin tahu bak seorang anak kecil. Namun jika Anda tidak termasuk golongan yang beruntung tersebut, jangan menyesali diri terlebih dahulu. Kita bisa memakai sebuah teknik yang dikenal sebagai 5-Whys (5-Mengapa) yang diperkenalkan oleh Toyota. Melalui teknik ini, kita diajak kembali untuk terus bertanya ?Mengapa? sekitar 5 kali sampai kita mendapatkan jawaban final. (Angka 5 di sini bukanlah angka mati. Sering Anda cuma perlu bertanya 3-4 kali, atau kadang-kadang 6 kali. Tetapi angka 5 dianggap cukup representatif.) Teknik ini sebenarnya dipakai untuk mengidentifikasikan masalah di jalur produksi yang muncul sampai ke akar permasalahan yang sebenarnya. Misalnya, di pabrik dijumpai bahan baku yang sudah kadaluarsa. Dengan memakai teknik 5-Whys ini kita mengajukan pertanyaan ?Why? yang pertama, ?Mengapa bisa terjadi??. Jawaban: ?Karena barang-barang baru selalu diletakkan di atas sehingga barang-barang di bagian bawah jarang terpakai.? Jangan puas dengan jawaban tersebut terlebih dahulu. Ingat, Anda baru memakai 1 ?Why? dan masih ada 4 ?Whys? yang tersisa. Kejar terus dengan pertanyaan, ?Mengapa cara tersebut dipakai?? Jawabannya mungkin, ?Karena supervisor yang meminta kami melakukannya.? Tanyakan lagi, ?Mengapa supervisor meminta begitu?? Jawaban berikutnya bisa jadi, ?Karena dia menganggap ini bukanlah masalah penting.? Tanyakan lagi, ?Mengapa dia menganggap itu bukan masalah penting?? Jawaban yang datang kemudian, mungkin seperti ini: ?Karena kenaikan gaji dan bonusnya dinilai berdasarkan keluaran mesin, bukan mengurus bahan baku.? Anda mungkin tidak perlu bertanya lebih lanjut bila merasa jawaban terakhir sudah menyentuh akar permasalahan. Dari contoh di atas kita bisa melihat bagaimana pertanyaan ?Why? yang terus menerus bisa menemukan masalah sebenarnya. Masalah bahan baku yang kadaluarsa tersebut bukan sekedar masalah kelalaian, tetapi merupakan masalah yang lebih sistemik yang menyangkut sistem kompensasi karyawan. Bila jumlah bahan baku yang rusak tersebut cukup besar, maka perusahaan perlu memperbaiki masalahnya tepat di sumbernya, yaitu di sistem kompensasi. Contoh di atas adalah contoh penyelesaian masalah operasional dengan memakai teknik ini. Bagaimana dengan mendapatkan ide-ide untuk inovasi dan pertumbuhan? Apakah teknik ?5-Whys? ini bisa dipakai? Why not? Ambil saja contoh sebuah perusahaan yang mendapatkan laporan keterlambatan pengiriman barang ke distributor di daerah tertentu. Awalnya perusahaan menganggap masalahnya terdapat pada supir yang ditugasi untuk melayani wilayah tersebut. Namun setelah supir ditukar, masalah yang sama tetap muncul. Curiga masalah tersebut bersifat lebih sistemik, perusahaan memutuskan menggunakan teknik ?5-Whys?. Berikut kira-kira contoh pertanyaan dan jawaban yang diperoleh: Mengapa pengiriman barang ke wilayah tersebut sering terlambat? Karena supir harus menunggu lebih lama di gudang ketika hendak mengambil barang. Mengapa harus menunggu lebih lama? Karena jenis barang yang diangkut lebih bervariasi, dan variasi ?packaging? berdasarkan permintaan distributor di daerah tersebut lebih besar sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk diproses dan ditata di dalam truk. Mengapa permintaan lebih bervariasi? Karena permintaan pelanggan di tingkat eceran juga bervariasi. Mengapa demikian? Karena beberapa daerah perumahan baru mulai ditempati, dan para konsumen di daerah-daerah tersebut memiliki selera yang berbeda sehingga para distributor di daerah tersebut terpaksa menyediakan lebih banyak variasi model. Mengapa para penduduk di perumahan baru tersebut menyukai model yang berbeda? Karena perumahan tersebut lebih banyak dihuni oleh segmen pelanggan keluarga muda. Karena jumlah penghuni rumah lebih sedikit, mereka lebih suka membeli kemasan produk yang berukuran lebih kecil. Melalui pertanyaan demi pertanyaan tersebut, Anda mendapatkan pengetahuan baru, bahwa pasangan yang baru membina rumah tangga lebih menyukai kemasan ukuran kecil dan jumlah konsumen di segmen ini menunjukkan peningkatan. Bila selama ini perusahaan Anda kurang memperhatikan segmen ini, pengetahuan seperti itu jelas menawarkan peluang untuk inovasi dan pertumbuhan. Untuk memenangkan segmen ini, perusahaan Anda bisa mengembangkan produk atau program pemasaran yang lebih inovatif dan terfokus untuk merangkul mereka. Bayangkan sekarang bila Anda tidak melakukan ?5-Whys? di sini dan hanya menggonta-ganti supir truk. ?5-Whys? bukanlah teknik yang misterius dan ajaib. Teknik ini termasuk murah meriah dan sangat berguna. Para anak kecil memakai teknik ini setiap hari dan menjadi bagian dari hidup mereka. Karena kita semua pernah menjadi anak kecil, kita hanya perlu melatih kembali pemakaian teknik ini. Mulailah bertanya ?Mengapa?? terus menerus mulai sekarang.

 

Web link
gochati.agilityhoster.com
exchange.agilityhoster.com
www.110mb.com
forum.hosted.net
gochati.wordpress.com
gochati.blogspot.com
wwwx.host-ed.net
wwwx.awardspace.info
post.awardspace.co.uk
Mobile8.awardspace.com
www.etoro.com
Secret Keyword 
bank, ip, saham, domain, game, password, shop, belajar, learn, gochati, php, uang, video, comment, blog, what, 1, friendster, adsense, gratis, bali, ip, money, search, a, play, saham, internet, bali, game, a, software, band, blog, band, ex, ex, trafic, html, what,
Katagori           
Bisnis
Pribadi
Keuangan
Adsense
Software & Hardware
Sport
Edvertizer